I HIRDI KONSULINDO - Accounting Service and Tax Consultant
hirdikon phone I +62-21 2598 5213/ +62812-2234 8420
hirdikon email info@hirdikonsulindo.com

ANALISA LABA RUGI

07 Feb 18

Laba merupakan indikator utama keberhasilan perusahaan, tidak heran jika laporan laba rugi menjadi lebih diperhatikan daripada neraca. Keberagaman industri menyebabkan timbulnya format laporan laba rugi yang berbeda sehingga menuntut pembaca laporan keuangan untuk selalu siap dengan perbedaan klasifikasi, jenis usaha, dan perhatian terhadap main business suatu perusahaan.

Standar Akuntansi Keuangan mengatur bahwa laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos sebagai berikut:

  1. Pendapatan

  2. Biaya Keuangan

  3. Bagian laba rugi entitas asosiasi

  4. Beban pajak penghasilan

  5. Pendapatan Komprehensif lain (OCI)

Apa yang dimaksud dengan Pendapatan Komprehensif (OCI)

Pendapatan komprehensif adalaha perubahan pada aset bersih entitas yang timbul dari sumber non pemilik. Dalam laporan laba rugi, perlu dipahami adanya konsep clean surplus dan dirty surplus.

OPERATING INCOME VS NON-OPERATING INCOME

Konsep dari laba usaha adalah menggambarkan laba dari kegiatan utama perusahaan. Sementara laba nonoperasi  adalah laba yang diperoleh diluar aktivitas utama perusahaan, seperti laba penjualan aset, pendapatan bunga, dan lain-lain. Pemisahan ini sangata penting, karena melalui laba operasi akan sangat mempengaruhi kebijakan dan strategi perusahaan dalam menjalankan main bussiness activitynya,

LABA KOTOR VS CONTRIBUTION MARGIN

Laba kotor adalah penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan, sedangkan contribution margin adalah penjualan dikurangi dengan variabel cost. Pada perusahaan dagang, harga pokok penjualan relatif sama dengan beban variabel. Tetapi pada perusahaan manufaktur, terdapat komponen beban tetap di harga pokok penjualan.

LABA BERSIH BUKAN SEGALANYA

Laba bersih adalah bottom line dari laporan laba rugi yang mencerminkan kinerja perusahaan selama satu periode. Namun laba bersih tidak selalu dapat dijadikan indikator utama. Dalam kondisi normal, memang laba bersih dapat dijadikan sebagai indikator kinerja perusahaan. Pengertian normal disini adalah:

    * Tidak terdistorsi dengan pos lain yang terlalu besar.

    * Tidak terdistorsi dengan pos luar biasa (PSAK pun tidak mengizinkan pos luar biasa).

    * Tidak terdistorsi dengan perubahan prinsip Akuntansi.