I HIRDI KONSULINDO - Accounting Service and Tax Consultant
hirdikon phone I +62-21 2598 5213/ +62812-2234 8420
hirdikon email info@hirdikonsulindo.com

LAPORAN ARUS KAS

13 May 18

Salah satu item di dalam laporan posisi keuangan yang paling penting adalah kas yang dimiliki perusahaan. Walaupun perusahaan menggunakan basis akrual informasi arus kas perusahaan tetap dibutuhkan. Informasi mengenai arus kas entitas berguna untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas serta menilai kebutuhan entitas untuk menggunakan arus kas tersebut. Proses penggunaan dan penerimaan kas perusahaan dapat dillihat dari laporan arus kas. Dalam proses pengambilan keutusan ekonomi, pengguna perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian memperolehnya.

SAK DAN LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas diatur dalam PSAK 2 yang mengadopsi IAS 7 per 1 Januari 2009. Pengertian kas sendiri diperluas menjadi kas dan setara kas.

Setara kas artinya investasi yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas  jangka pendek bukan untuk investasi ataupun tujuan lain. Sifat kas dan setara kas yang paling penting adalah sebagai alat pembayaran seketika pada saat diperlukan, sehingga deposito yang dibatasi penggunaannya dan jatoh tempo lebih dari 3 (tiga) bulan tidak dapat dikategorikan sebagai kas dan setara kas.

AKTIVITAS ARUS KAS

Laporan arus kas dibagi menjadi 3 (tiga) aktivitas, yaitu aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

  1. Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Aktivitas operasi adalah indikator utama untuk menentukan apakah operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, membayar dividen, melakukan investasi tanpa menggunakan penggunaan dana dari luar.

  2. Akitivitas Investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk kas.

  3. Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman entitas.

METODE PENYUSUNAN ARUS KAS

Terdapat 2 metode untuk penyusunan arus kas, yaitu (i) metode langsung (ii) metode tidak langsung.

  1. Metode langsung: metode ini mengungkapkan penerimaan kas bruto dan pengeluaran bruto yang dikeluarkan perusahaan, misalnya kas yang diterima dari penjualan dan kas yang dikeluarkan untuk pembayaran ke supplier dan karyawan.

  2. Metode tidak langsung: metode ini dihitung dengan menyesuaikan laba-rugi bersih dengan transaksi bukan kas seperti penyusutan dan amortisasi, serta kenaikan atau penurunan aset ataupun hutang tahun ini dengan tahun yang sebelumnya. Misalnya piutang tahun ini lebih besar daripada piutang tahun lalu, berarti menunjukkan arus kas negatif.

Bagi perusahaan publik, pelaporan arus kas diwajibkan menggunakan metode langsung sejak tahun 2012.

POLA ARUS KAS

Pola arus kas operasi pada kondisi normal perusahaan adalah positif. Hal ini berarti lebih banyak kas masuk dibandingkan kas keluar. Jika arus kas operasi menunjukan nilai negatif, maka berarti arus kas perusahaan sedang bermasalah.

Sedangkan untuk arus kas investasi, normalnya adalah negatif, karena perusahaan lebih banyak melakukan peralatan, gedung, aset tetap atau investasi lainnya, yang berarti perusahaan sedang menambah kapasitasnya atau minimal tetap mengganti dengan peralatan yang baru.

CASH FLOW QUADRANT : ARUS KAS OPERASI VS LABA

 

Kondisi ideal perusahaan terjadi di kuadran 1, di mana perusahaan dapat memperoleh laba sekaligus mampu memperoleh arus kas operasi.

Di kuadran 2, perusahaan memperoleh laba tetapi arus kas operasinya negatif. Dalam kasus ini, perusahaan tidak ada masalah dengan margin, tetapi masalahnya adalah di modal kerja perusahaan, contohnya perusahaan mampu menjual produknya tetapi tidak diimbangi dengan penagihan piutang yang baik, sehingga piutang yang sudah jatuh tempo tidak ditagih tepat waktu.

Di kuadran 3, laba perusahaan negatif tetapi arus kas operasinya positif. Berarti perusahaan mampu menangani modal kerjanya dengan mempercepat penagihan piutang tetapi penundaan pembayaran kepada supplier tetapi tidak dapat menghasilkan laba. Apabila tidak ditangani dengan serius, maka perusahaan bisa saja masuk dalam kondisi kuadra 4.

Di kuadran 4, perusahaan tidak berhasil memperoleh laba dan arus kas operasinya negatif.

KESIMPULAN

Laporan arus kas diharapkan mampu melengkapi kekurangan laporan laba rugi yang berbasis akrual. Oleh karena itu pemahaman mengenai arus kas sangat penting agar pengguna laporan keuangan dapat memahami kondisi perusahaan secara utuh dan tidak terpaku pada laba saja.