I HIRDI KONSULINDO - Accounting Service and Tax Consultant
hirdikon phone I +62-21 2598 5213/ +62812-2234 8420
hirdikon email info@hirdikonsulindo.com

Pendapatan Dari Kontrak Dengan Pelanggan - PSAK 72

28 Sep 18

Standar Akuntansi memasuki era baru sejak IASB mengeluarkan IFRS 15, di mana Indonesia diatur dalam PSAK 72 yang berlaku 1 Januari 2019. Tujuan diterapkannya standar atas pendapatan dari kontrak pelanggan adalah agar entitas dapat melaporkan informasi yang berguna bagi pengguna laporan keuangan tentang sifat, jumlah, waktu dan ketidakpastian yang timbul dari kontrak pelanggan.

Kontrak adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan  kewajiban yang dapat dipaksakan. Kontrak dapat tertulis, lisan, atau tersirat dalam praktik bisnis umum entitas.

Kontrak dengan pelanggan umumnya secara eksplisit menyatakan barang atau jasa yang dijanjikan oleh entitas untuk dialihkan kepada pelanggan. Akan tetapi, kewajiban pelaksanaan yang diidentifikasi dalam kontrak dengan pelanggan tidak terbatas pada barang atau jasa yang secara eksplisit dinyatakan dalam kontrak, karena di dalam kontrak juga dapat mencakup janji yang tersirat dalam praktik bisnis umum entitas.

Entitas mencatat kontrak dengan pelanggan hanya jika seluruh kriteria di bawah ini terpenuhi:

  1. para pihak dalam kontrak telah menyetujui kontrak secara lisan, tulisan atau sesuai praktik bisnis pada umumnya.

  2. Dapat mengidentifikasi barang dan jasa yang dialihkan.

  3. dapat mengidentifikasi jangka waktu pembayaran barang atau jasa yang akan dialihkan

  4. Kontrak memiliki substansi komersial.

  5. kemungkinan besar (probable) entitas akan menagih imbalan yang akan menjadi haknya dalam pertukaran barang atau jasa yang akan dialihkan ke pelanggan.

Ketika kontrak tidak memenuhi kriteria, maka entitas mengakui pendapatan hanya jika:

  1. entitas tidak memiliki kewajiban untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan.

  2. kontrak telah diakhiri dan imbalan yang diterima dari pelanggan tidak dapat dikembalikan

Mengidentifikasi Kewajiban Pelaksanaan

Pada awal kontrak, entitas menilai barang atau jasa yang dijanjikan dalam kontrak dengan pelanggan dan mengidentifikasi sebagai kewajiban pelaksanaan setiap janji untuk mengalihkan kepada pelanggan baik:

  1. Barang atau jasa yang dapat dibedakan

  2. Serangkaian barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama.

Suatu barang atau jasa dapat dibedakan jika kedua kriteria ini terpenuhi:

  • pelanggan menerima manfaat dari barang atau jasa baik barang atau jasa itu sendiri ataupun dengan sumber daya lainnya.

  • janji entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan dapat diidentifikasi secara terpisah dari janji lain dalam kontrak

Penyelesaian Kewajiban Pelaksanaan

Entitas mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas menyelesaikan kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Pada awal kontrak, entitas harus menentukan apakah entitas menyelesaikan kewajiban kontrak sepanjang waktu atau pada suatu waktu tertentu.

 

Entitas mengalihkan barang atau jasa sepanjang waktu dan mengakui pendapatan sepanjang waktu, jika satu dari kriteria di bawah ini terpenuhi:

  • pelanggan secara simultan menerima manfaat dari barang/jasa yang disediakan entitas.

  • entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan sebagai aset yang diciptakan atau ditingkatkan.

  • memiliki hak yang dapat dipaksakan untuk pembayaran kinerja yang diselesaikan.

Sepanjang durasi waktu kontrak, entitas berhak atas jumlah yang setidaknya mengompensasi entitas atas kinerja yang telah diselesaikan sampai saat ini jika kontrak diakhiri oleh pelanggan atau pihak lain dengan alasan selain kegagalan entitas untuk melaksanakan hal yang dijanjikan.

Jika entitas mengalihkan barang atau jasa pada waktu tertentu, entitas harus mempertimbangkan persyaratan pengendalian yang mencakup:

  • memiliki hak kini atas pembayaran aset.

  • pelanggan memiliki hak kepemilikan legal atas aset.

  • sudah dilakukan pengalihan kepemilikan fisik atas aset.

  • pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset.

  • pelanggan telah menerima aset.

Pengukuran

Entitas mempertimbangkan syarat kontrak dan praktik bisnis umum entitas untuk menentukan harga transaksi. Sifat, waktu, dan jumlah imbalan yang dijanjikan oleh pelanggan mempengaruhi estimasi harga transaksi. Entitas mempertimbangkan dampak dari seluruh hal berikut:

  1. Imbalan Variabel.

  2. Estimasi pembatas imbalan variabel

  3. keberadaan komponen pendanaan signifikan dalam kontrak

  4. Imbalan non kasutang imbalan kepada pelanggan

 

Entitas mengalokasikan harga transaksi terhadap setiap kewajiban pelaksanaan dalam jumlah yang menggambarkan jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas dalam mengalihkan barang dan jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.

 

Imbalan Variabel: Jika imbalan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, maka entitas mengestimasi jumlah imbalan yang menjadi hak entitas dalam pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Metode untuk mengestimasi jumlah imbalan variabel dalam memprediksi imbalan variabel yang akan menjadi haknya:

  1. Nilai yang diharapkan: jumlah probabilitas rentang kemungkinan jumlah imbalan.

  2. Jumlah yang paling mungkin dalam rentang kemungkinan jumlah imbalan.

Entitas menerapkan satu metode secara konsisten di seluruh kontrak ketika mengestimasi dampak ketidakpastian pada jumlah imbalan variabel yang menjadi hak entitas.

Penyajian

Ketika salah satu pihak dalam kontrak telah melaksanakan, entitas menyajikan kontrak dalam laporan posisi keuangan sebagai aset kontrak atau liabilitas kontrak. Entitas menyajikan hak tanpa syarat terhadap imbalan secara terpisah sebagai piutang.

Jika pelanggan telah membayar imbalan sebelum entitas menyerahkan barang atau jasa kepada pelanggan, entitas menyajikan sebagai liabilitas kontrak. Jika entitas telah menyerahkan barang dan jasa sebelum menerima pembayaran dari pelanggan, entitas menyajikan sebagai aset kontrak.

Pengungkapan

Entitas mengungkapkan informasi kualitatif dan kuantitatif tentang seluruh hal berikut:

  1. Kontrak dengan pelanggan: pendapatan yang diakui dari kontrak pelanggan dan rugi penurunan nilai yang diakui.

  2. Pemisahan pendapatan yang diakui dari kontrak dengan pelanggan yang menggambarkan sifat, jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas.

  3. Saldo kontrak

  4. Kewajiban pelaksanaan dalam kontrak dengan pelanggan

  5. Harga transaksi yang dialokasikan terhadap sisa kewajiban pelaksanaan.

  6. Pertimbangan signifikan dan perubahan dalam pertimbangan dibuat dalam menerapkan Pernyataan ini terhadap kontrak tersebut

  7. aset yang diakui dari biaya untuk memperoleh atau memenuhi kontrak dengan pelanggan

PSAK 72 menggantikan seluruh pengakuan pendapatan yang berlaku saat ini seperti, PSAK 23: Pendapatan, PSAK 34: Kontrak Konstruksi, PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate.

Entitas menerapkan PSAK 72 kecuali hal berikut:

  1. Kontrak sewa dalam ruang lingkup PSAK 30: Sewa

  2. Kontrak asuransi: PSAK 62

  3. pertukaran nonmoneter antara entitas dalam lini bisnis yang sama untuk memfasilitasi penjualan kepada pelanggan atau pelanggan potensial

  4. Instrumen keuangan dan hak atau kewajiban kontraktual lain dalam ruang lingkup PSAK 71.